Sejarah

Perubahan Insinyur Ke S.T

Sejak 9 Februari 1993, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Keputusan Mendikbud RI No. 36/U/1993 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan Perguruan Tinggi mengubah sebagian besar gelar dan sebutan bagi lulusan pendidikan akademik sarjana di Indonesia. Sebelum tahun tersebut, setiap mahasiswa yang lulus dari jurusan teknik disebut Insinyur (Ir.) dan setelah ditetapkannya keputusan tersebut menjadi gelar Sarjana Teknik (ST) sebagai gelar akademik. Demikian Insinyur tidak lagi merupakan gelar akademik tapi berubah menjadi gelar profesi. Perubahan gelar tersebut berdampak juga pada perubahan kurikulum pendidikan sarjana dimana jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang harus diluluskan menjadi lebih sedikit yaitu dari 160 SKS menjadi 144 SKS dengan masa kuliah 4 tahun mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

Dasar Hukum Pendidikan Profesi

Pada 2003, Undang – Undang (UU) SISDIKNAS No 20/2003 disahkan. Dimana pada Pasal 21 undang-undang ini menyatakan bahwa gelar profesi hanya diberikan oleh perguruan tinggi. Pengaturan yang lebih lengkap muncul di UU DIKTI No 12/2012 pasal 24, yang menyebut program profesi sebagai pendidikan untuk sarjana guna memperoleh kecakapan yang diperlukan dalam dunia kerja. Program profesi diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan organisasi profesi. Lulusan program profesi ini berhak menggunakan gelar profesi, termasuk apa yang sekarang dikenal sebagai program profesi insinyur.

Lahirnya Undang-Undang Ke - Insinyuran

Tahun 2014 tepatnya tanggal 22 Maret, telah diundangkan secara resmi Undang-undang No. 11 Tahun 2014 tentang Profesi Keinsinyuran. Undang-undang ini disusun untuk meningkatkan kompetensi sarjana teknik yang berkiprah didunia keinsinyuran. Dalam undang-undang tersebut menyatakan hanya perguruan tinggi yang secara hukum mempunyai kewenangan untuk menyelenggarakan program profesi insinyur dan memberikan gelar insinyur (Ir.). Sedangkan sertifikasi insinyur diberikan oleh asosiasi profesi yaitu Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Undang-undang ini diharapkan menjadi salah satu langkah efektif untuk meningkatkan daya saing sarjana teknik di dunia kerja nantinya. Pada tahun 2019, Peraturan Pemerintah (PP) No 25 Tahun 2019 tentang Keinsinyuran telah dirilis untuk mendukung pengejawantahan UU No 11 Tahun 2014 tersebut.

Gelar Sarjana Teknik (ST) sebagai gelar akademik diberikan pada saat mahasiswa jurusan teknik dinyatakan lulus. Setelah itu, dapat menempuh Program Profesi Insinyur (PPI) dengan syarat telah memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun untuk mendapatkan gelar Insinyur (Ir.) selama 1- 2 semeter dengan beban 24 SKS yang sebagian besar melalui magang kerja. Hal ini diatur dalam Keputusan Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Nomor 1462/C/KEP/VI/2016 tentang Panduan Penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur. Program Profesi Insinyur (PPI) ini diselenggarakan bersama oleh perguruan tinggi dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), sebagai organisasi profesi yang diamanatkan oleh Undang-undang.

-Pendidkan Profesi di Universitas Hasanuddin

Universitas Hasanuddin termasuk salah satu dari 40 perguruan tinggi negeri dan swasta perintis yang ditunjuk sebagai pelaksana Program Studi Program Profesi Insinyur (Prodi PPI) di Indonesia dengan MANDAT oleh Kemenristek Dikti sejak tanggal 13 April 2016. Untuk Universitas Hasanuddin diberikan surat penugasan pembukaan program profesi insinyur dengan Nomor 672/C.C/KL/2016 tanggal 11 April 2016 perihal Penugasan Penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur di Universitas Hasanuddin. Tanggal 8 April 2019, Universitas Hasanuddin resmi memiliki Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur melalui Keputusan Rektor No. 1501/UN4.1/KEP/2018. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) kemudian mengeluarkan Akreditasi Minimum bagi Prodi PPI Unhas bernomor 38/SK/ BAN-PT/Min-Akred/PF/II/2018. Saat ini, Prodi PPI telah menyelesaikan Borang Re-Akreditasi dan telah mengirimkannya ke BAN-PT untuk mendapatkan assessmen.

Visi

Misi

Tujuan

Unggul dalam pelaksanaan dan pengembangan pendidikan insinyur profesional yang berdaya saing global

  1. Mendorong, menfasilitasi, serta menyiapkan insinyur yang profesional guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia penggerak pembangunan infrastruktur dan industri nasional maupun internasional.
  2. Meningkatkan daya saing industri nasional melalui kemitraan strategis antara universitas, dunia industri nasional dan internasional, pemerintah, serta organisasi profesi guna mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas industri nasional maupun multi nasional.
  1. Menghasilkan insinyur professional melalui pendidikan profesi insinyur setelah bekerja bagi sarjana teknik baru maupun melalui kegiatan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk menfasilitasi insan yang telah berpraktek keinsinyuran.
  2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis industri sebagai bagian dari kerjasama triple helix plus antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan organisasi profesi.

Counters

0 781

Jumlah
Alumni

0 351

IPK
Rata-rata

0 300
+

Jumlah
Mahasiswa

0 20

Jumlah
Dosen

Partners